Psikologi Komunikasi dan Media

Menyerap Ilmu Global di Dunia Hortikultura: Perjalanan Adi Poernomo di Konferensi Internasional Cultivate 2025 


Oleh:
Rosalinda Cinta Damayanti (11123018)
S1 Psikologi '23




Columbus, Ohio - Dunia pertanian modern kini tidak lagi sekadar berbicara tentang tanah dan tanaman, tetapi juga teknologi, komunikasi global, dan kolaborasi lintas budaya. Hal inilah yang dialami oleh Adi Poernomo, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB University), saat mengikuti Konferensi Internasional Cultivate 2025 di Columbus, Ohio, Amerika Serikat.

Adi berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui program magang internasional di bidang hortikultura dan manajemen agribisnis. Dalam konferensi yang berlangsung selama empat hari, ia fokus mempelajari inovasi dalam budidaya tanaman, efisiensi rumah kaca, serta pengelolaan nutrisi berbasis teknologi.

Konferensi Cultivate 2025 mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara, mulai dari petani, akademisi, hingga pelaku industri hortikultura global. Rangkaian acara mencakup pameran dagang internasional, presentasi ilmiah, workshop teknis, serta sesi jejaring profesional. Adi menilai kegiatan ini menjadi wadah penting untuk melihat langsung bagaimana praktik pertanian modern berkembang di tingkat dunia.

Topik yang paling menarik perhatian baginya adalah Smart Greenhouse and Controlled Environment Agriculture, yang membahas pemanfaatan sensor dan sistem otomatisasi dalam mengatur suhu, kelembaban, dan nutrisi tanaman secara real time. Menurut Adi, pendekatan ini menjadi langkah konkret menuju efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian. Ia juga terinspirasi oleh pemaparan Dr. A.J. Both dari Rutgers University yang mengulas strategi efisiensi energi pada sistem rumah kaca, materi yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi pertanian di Indonesia.

Selain memperluas wawasan teknis, konferensi ini memperkaya pengalaman Adi dalam hal komunikasi antarbudaya dan kolaborasi internasional. Berinteraksi dengan peserta dari Belanda, Jepang, dan Kanada memberinya pemahaman baru tentang pentingnya empati budaya dalam pertukaran ilmu pengetahuan.

“Pertanian modern bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang kemampuan berkomunikasi lintas sektor dan beradaptasi terhadap perubahan global,” ujarnya.

Teknologi digital juga memainkan peran penting dalam memperlancar interaksi. Melalui platform daring dan katalog digital, peserta tetap dapat berjejaring setelah konferensi berakhir. Adi menilai media digital menjadi jembatan penting untuk mempertahankan kolaborasi akademik lintas negara.

Bagi Adi, pengalaman mengikuti Cultivate 2025 menjadi titik balik dalam karier dan cara pandangnya terhadap masa depan pertanian Indonesia.

“Pengalaman ini benar-benar transformasional, mengubah cara saya berpikir, berkomunikasi, dan memandang potensi pertanian Indonesia di kancah global,” tutupnya.


✍️ Ditulis oleh: Rosalinda Cinta Damayanti
📅 Sumber wawancara: Adi Poernomo – Peserta Cultivate 2025, Columbus, Ohio, Amerika Serikat